
Klambu, 31 Oktober 2025 – Bupati Grobogan menghadiri kegiatan kunjungan kerja di Balai Desa Kandangrejo Kecamatan Klambu pada Jumat (31/10/2025) dalam rangka sinkronisasi penyelenggaraan pemerintahan desa dengan pemerintahan Kabupaten Grobogan. Bupati tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB dan disambut antusias oleh warga serta jajaran perangkat desa dan kecamatan. Acara dibuka oleh pembawa acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama sebagai tanda dimulainya kegiatan. Setelah itu, Camat Klambu, Rustamaji, S.STP., M.Si., menyampaikan sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat datang kepada Bupati Grobogan beserta rombongan, sekaligus memaparkan kondisi wilayah Kecamatan Klambu. Menurut Camat Klambu, Kecamatan Klambu merupakan kecamatan terkecil kedua di Kabupaten Grobogan setelah Kecamatan Tanggungharjo, dengan jumlah desa sebanyak Sembilan desa. Ia menjelaskan bahwa wilayah Klambu kerap menghadapi tantangan berupa banjir akibat curah hujan tinggi, terutama jika terjadi luapan Sungai Lusi. Meski demikian, apabila hujan tidak terlalu deras dan cukup lama, genangan air biasanya cepat surut karena minimnya daerah resapan di daerah Kecamatan Klambu. Camat Klambu juga menyampaikan bahwa pada tahun ini Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Klambu akan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu tujuh desa pada gelombang pertama dan dua desa pada gelombang kedua.
Ia menegaskan bahwa Dari sisi pembangunan desa, Camat Klambu menyebutkan bahwa dari sembilan desa di Kecamatan Klambu, enam desa telah berstatus desa mandiri dan tiga lainnya berstatus desa maju, itu artinya tidak ada desa tertinggal di Kecamatan Klambu. Seluruh desa juga telah meluncurkan program Kampung KB, menerapkan lima pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), serta berbagai capaian lain yang sejalan dengan visi dan misi Bupati Grobogan. Camat Klambu juga menekankan bahwa komitmen pemerintahan dalam menjalankan pelayanan publik kepada masyarakat secara maksimal
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial oleh Bupati Grobogan kepada masyarakat penerima manfaat berupa beras sebanyak 10 kilogram per penerima. Dalam sambutannya, Bupati Grobogan menyampaikan harapannya agar kegiatan sinkronisasi pemerintahan desa dengan kabupaten dapat berjalan dengan baik dan berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Dalam sambutan tersebut Bupati menegaskan bahwa jabatan kepala pemerintahan bukanlah sarana untuk berkuasa, melainkan untuk melayani masyarakat secara maksimal sesuai kewenngan, beliau juga mengingatkan agar setiap kendala yang dihadapi masyarakat dilaporkan secara berjenjang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa menjelang pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2026, para kepala desa diharapkan dapat menjaga situasi politik tetap kondusif, serta meningkatkan keamanan dan ketenteraman masyarakat. “Ini adalah waktu yang tepat untuk membenahi berbagai lapisan masyarakat dari bawah dan menjaga kondisi desa tetap stabil,” ujarnya. Bupati juga menekankan pentingnya pengabdian penuh selama menjabat tanpa berharap pada jabatan politik berikutnya. “Setiap jabatan memiliki waktunya masing-masing. Setelah masa jabatan berakhir, kita semua akan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” pesannya. Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan informasi mengenai pemotongan anggaran APBD, yang berdampak pada berkurangnya kemampuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap bersemangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Pemotongan APBD ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk tetap bekerja optimal. Saat ini adalah masa untuk mawas diri, semoga ke depan kondisi APBN dan APBD dapat segera pulih dan kembali sehat,” tutup Bupati Grobogan. Acara ditutup dengan sesi berfoto bersama dan ramah tamah dengan masyrakat sekitar.


